Rabu, 18 Januari 2012

secarik catatan elang yang kehilangan arah

malam ini entah mengapa ingin hati tuk sedikit merayu rindu pada Sang Kuasa....jari-jari ini menari bekejaran bersama umpatan hati yang bersorak memekikkan relung hati, kembali terpikir oleh ku....misi yang ingin kugapai dalam mengarungi kehidupan ini...dan entah bagaimana.....jeritan hati itu tertulis dalam sekelumit bait puisi yang menyimpan seribu makna...tanpa mengharapkan apa-apa, hanya sekedar berbagi. bagi hati yang di landa gundah gulana...tak sekedar gundah yang menguap ke angkasa, namun gundah yang ingin bangkit kembali...mengejar mimpi-mimpi...teringat kata-kata sang pembawa bara motivasi " MIMPI ITU GRATIS"...dan biarlah aku bemimpi, dan mengejar mimpi-mimpi ku, meski terkadang aku harus jatuh bangun..karena ku yakin aku bisa, dan kita bisa dalam bersama


Di Balik Tatapan Elang


atom-atom itu bergemuruh dalam hampanya kehidupan

dan darah ini luruh dalam jiwa yang tak berdaya

aku tak setangguh sosok yang engkau elukan

namun di sudut mataku menyimpan satu harapan

kucengkeram erat tak terpisahkan


angin malam membelai rinduku

membuai membawa mimpi-mimpiku

ku tatap angkasa yang kini kelam

dan malam ini, hanya rembulan yang tersenyum mesra menemaniku

dan fajar harapan terbit terang di lubuk hatiku


aku tak mengerti kehidupan

aku hanya terbang mengikuti naluriku, dan hilang

berlayar dalam arus angin yang tak ku tahu bermuara dimana

disanakah, atau hanya kembali disini

di sisimu


ku jejaki tanah merah yang menghampar

dan ribuan insan menyerangku dari semua mata angin

ku kukepakkan sayap hatiku

sayang, ku jatuh dan terlempar

dalam kumuhnya kehidupan insan

yang menanti, dan menanti takdir yang tak pasti


akankah ku berhenti disini

merebahkan jiwa yang lelah akan halang rintang


sejenak ku tatap keangkuhanku

dari tajamnya tatapan sang elang

pantaskah aku berhenti disini

menggantung titipan-titipan harapan, dalam bulir air mata kasih sayang

dan ku termagu

menanti jawaban, namun angin hanya terdiam

ku cari, dan ku temukan

di sudut hati tlah menanti jawaban

dan ku luruh dalam dekapannya


aku tak sekokoh yang engkau elukan

namun aku kan tetap terbang, menjemput rembulan

dalam rindumu


medan, di rundung gundah 18 january 2012 pukul : 01: 00

Powered By Blogger