malam ini entah mengapa ingin hati tuk sedikit merayu rindu pada Sang Kuasa....jari-jari ini menari bekejaran bersama umpatan hati yang bersorak memekikkan relung hati, kembali terpikir oleh ku....misi yang ingin kugapai dalam mengarungi kehidupan ini...dan entah bagaimana.....jeritan hati itu tertulis dalam sekelumit bait puisi yang menyimpan seribu makna...tanpa mengharapkan apa-apa, hanya sekedar berbagi. bagi hati yang di landa gundah gulana...tak sekedar gundah yang menguap ke angkasa, namun gundah yang ingin bangkit kembali...mengejar mimpi-mimpi...teringat kata-kata sang pembawa bara motivasi " MIMPI ITU GRATIS"...dan biarlah aku bemimpi, dan mengejar mimpi-mimpi ku, meski terkadang aku harus jatuh bangun..karena ku yakin aku bisa, dan kita bisa dalam bersamaDi Balik Tatapan Elang
atom-atom itu bergemuruh dalam hampanya kehidupan
dan darah ini luruh dalam jiwa yang tak berdaya
aku tak setangguh sosok yang engkau elukan
namun di sudut mataku menyimpan satu harapan
kucengkeram erat tak terpisahkan
angin malam membelai rinduku
membuai membawa mimpi-mimpiku
ku tatap angkasa yang kini kelam
dan malam ini, hanya rembulan yang tersenyum mesra menemaniku
dan fajar harapan terbit terang di lubuk hatiku
aku tak mengerti kehidupan
aku hanya terbang mengikuti naluriku, dan hilang
berlayar dalam arus angin yang tak ku tahu bermuara dimana
disanakah, atau hanya kembali disini
di sisimu
ku jejaki tanah merah yang menghampar
dan ribuan insan menyerangku dari semua mata angin
ku kukepakkan sayap hatiku
sayang, ku jatuh dan terlempar
dalam kumuhnya kehidupan insan
yang menanti, dan menanti takdir yang tak pasti
akankah ku berhenti disini
merebahkan jiwa yang lelah akan halang rintang
sejenak ku tatap keangkuhanku
dari tajamnya tatapan sang elang
pantaskah aku berhenti disini
menggantung titipan-titipan harapan, dalam bulir air mata kasih sayang
dan ku termagu
menanti jawaban, namun angin hanya terdiam
ku cari, dan ku temukan
di sudut hati tlah menanti jawaban
dan ku luruh dalam dekapannya
aku tak sekokoh yang engkau elukan
namun aku kan tetap terbang, menjemput rembulan
dalam rindumu
medan, di rundung gundah 18 january 2012 pukul : 01: 00










0 komentar:
Posting Komentar