skip to main |
skip to sidebar
Untaian kata di pagi hari.
Judul: Bukan Malaikat
Rintik hujan yang membasahi tanah merah di pagi hari
atom nelangsa meluruh dalam jiwa
terkapar dalam kesedihan mendalam
berusaha membalut luka yang tak kunjung hilang
namun luka kian menganga terbuka
Aku Bukan Malaikat...jerit sang hati
lalu ia tersungkur dalam dekapan tanah merah
Tangis kemarin belumlah kering
dan kini mengucur deras menganak sungai
membias berharap kan menguap ke angkasa
Aku Bukan Malaikat...jerit sang jiwa
Namun ia masih terpasung dalam kungkungan bumi
Tertatih aku melangkah
meski langkah kian terseok-seok dalam hamparan duri
suara mega menertawaiku...bersorak tuk hentikan langkah yg tak pasti
dunia ini terasa menghimpit, hingga tak ada ruang tuk bernapas
Namun, di persimpangan jalan sana
ku menemukan siluet sosok Bidadari Biru
tersenyum di sudut bibir yang membiru
berharap asa dalam bara yang padam
AAAA....meski aku kan mati dalam langkah ini
Namun jiwaku menyatu dalam sukmamu
langkah ini takkan berhenti,
meski jalan di depan buntu menunggu
takkan ku ragu demi senyummu
demi cintaku, demi rinduku
Aku Bukan Malaikat....jerit sang sukma
Namun Akun kan jadi Makhluk sempurna, dalam kesempurnaanmu
Kesempurnaan cinta yang tak berdasar.
*syamir elhaq :Medan-19 Februari 2013-jam: 10.00 (Kantor Perum Perumnas Regional 1 Medan)