Judul :
SOMBONG
Terkadang manusia lepas kendali
Terkadang manusia lupa diri
Terkadang manusia merasa abadi
Terkadang manusia menjadi Ilahi
Terkadang….manusia beralasan
Terkadang.
Apakah
manusia lebih senang menjadi binatang
Menjadi
harimau yang berkuasa
Menganggap
dunia adalah haknya
Menganggap
yang lain hanya binatang jalang
Namun
lupa, dirinya adalah binatang
: sombong
Angin mendesau parau menabuh gendang telingamu
Manusia
tercipta sebagai manusia
Hanya
sebagai manusia
Namun
lupa dirinya hamba
Tak puaskah manusia
Menjadi sosok yang di elukan Tuhan
dihadapan alam semesta
Menjadi pemimpin sejagad raya
Namun bukan menandingi Tuhan
: sombong
Angin mendesau parau menabuh
gendang telingamu
Manusia,
seperti kau
Lebih
senang menjadi sekutu setan
Tertawa
dalam kezhaliman
Menjilat
bara api neraka
Bila
itu ada
Seperti
cemoohanmu
: sombong
Angin mendesau parau, lalu kau
berontak
Salahkah bila aku berasalan
Terkadang.
Medan, Senin : 06 January 2014.
Judul :
WAKIL RAKYAT, KATA MEREKA
Mereka teriak, demi kebenaran
Katanya
Aku teriak, aku kelaparan
Ini beneran, teriakku
Pundi-pundi
emas mereka taburkan
Janji-janji
manis mereka tebarkan
Slogan-slogan
palsu mereka tampilkan
Hanya
demi seonggok kursi
Bukan
kursi yang utama
Karena
mereka hanya ingin menjadi wakil
Tahun ini aku golput lagi
Bukan karena tak punya pilihan
Namun karena, pilihanku tak dapat
dibeli dengan uang
Meski aku kelaparan
Ini
zaman merdeka
Namun
aku belum merdeka dengan pilihanku
Ini
zaman demokrasi
Namun
pemerintahan tetap dari penguasa
Penguasa
rakyat, bukan pemilik hati rakyat
Perlahan, aku melangkah pergi
Rindu dengan kampungku
Karena kota ini terlalu bengis
Membuat hati terus meringis
Hingga buatku lupa hidup di dunia
mana










