Minggu, 02 Februari 2014

Sentilan Rakyat Jelata


Judul :
SOMBONG
Terkadang manusia lepas kendali
Terkadang manusia lupa diri
Terkadang manusia merasa abadi
Terkadang manusia menjadi Ilahi
Terkadang….manusia beralasan
Terkadang.

            Apakah manusia lebih senang menjadi binatang
            Menjadi harimau yang berkuasa
            Menganggap dunia adalah haknya
            Menganggap yang lain hanya binatang jalang
            Namun lupa, dirinya adalah binatang

: sombong
Angin  mendesau parau menabuh gendang telingamu

            Manusia tercipta sebagai manusia
            Hanya sebagai manusia
            Namun lupa dirinya hamba

Tak puaskah manusia
Menjadi sosok yang di elukan Tuhan dihadapan alam semesta
Menjadi pemimpin sejagad raya
Namun bukan menandingi Tuhan
: sombong
Angin mendesau parau menabuh gendang telingamu

            Manusia, seperti kau
            Lebih senang menjadi sekutu setan
            Tertawa dalam kezhaliman
            Menjilat bara api neraka
            Bila itu ada
            Seperti cemoohanmu

: sombong
Angin mendesau parau, lalu kau berontak
Salahkah bila aku berasalan
Terkadang.

Medan, Senin : 06 January 2014.
 Judul :

WAKIL RAKYAT, KATA MEREKA

Mereka teriak, demi kebenaran
Katanya
Aku teriak, aku kelaparan
Ini beneran, teriakku

            Pundi-pundi emas mereka taburkan
            Janji-janji manis mereka tebarkan
            Slogan-slogan palsu mereka tampilkan
            Hanya demi seonggok kursi
            Bukan kursi yang utama
            Karena mereka hanya ingin menjadi wakil
 
Tahun ini aku golput lagi
Bukan karena tak punya pilihan
Namun karena, pilihanku tak dapat dibeli dengan uang
Meski aku kelaparan

            Ini zaman merdeka
            Namun aku belum merdeka dengan pilihanku
            Ini zaman demokrasi
            Namun pemerintahan tetap dari penguasa
            Penguasa rakyat, bukan pemilik hati rakyat

Perlahan, aku melangkah pergi
Rindu dengan kampungku
Karena kota ini terlalu bengis
Membuat hati terus meringis
Hingga buatku lupa hidup di dunia mana

0 komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger