Senin, 25 April 2016

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM

1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS.

2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS.

3. Orang yang pertama berkhitan: Ibrahim as.

4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari kiamat : Nabi Ibrahim AS.

5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari kiamat : Nabi Adam AS.

6. Orang pertama mengerjakan sa'i antara safa dan marwah: Sayyidatina Hajar (Ibunda Nabi Ismail as).

7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari kiamat : Nabi Muhammad SAW.

8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA.

9. Orang pertama yang menggunakan kalender hijriyah: Umar bin Khattab masjid ra.

10. Yang pertama meletakkah jabatan khalifah dalam Islam: Al-Hasan bin Ali ra.

11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW : Thuwaibah RA.

12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah RA.

13. Yang pertama syahidah dalam islam di antara wanita: Sumayyah binti khabat ra.

14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA.

15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas RA.

16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan menggaungkan adzan: Bilal bin Rabah RA.

17. Orang yang pertama shalat dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA.

18. Orang yang pertama membuat mimbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary RA.

19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin Al-Awwam RA.

20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW : Ibban bin Utsman bin Affan RA.

21. Yang pertama. Orang-orang yang beriman dengan Nabi SAW: Khadijah binti Khuwailid ra.

22. Orang yang pertama mengasaskan ilmu ushul fikh: Imam Syafi'i RH.

23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib RA.

24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan RA.

25. Orang yang pertama membuat Perpustakaan Umum : Harun Ar-Rasyid RH.

26. Orang yang pertama mengadakan baitul mal : Umar Al-Khattab RA.

27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an setelah Rasulullah SAW : Ali bn Abi Tholib RA.

28. Orang pertama membangun sebuah menara di masjidil haram Mekkah: Khalifah Abu Ja ' far Al-Mansur RH.

29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair RA.

30. Orang pertama yang masuk surga: Nabi Muhammad SAW.

Wallahualam

Semoga bermanfaat dan sekaligus pengingat untuk kita semua ...
Aamiin Ya Rabbal 'alamin :)


Sumber :
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=475061706025002&id=100005635307779 (diakses pada tanggal 25 April 2016)

Kamis, 14 April 2016

Nasihat Kecil Bagi Keluarga Untuk Yang Lebih Baik

“Assalaamu’alaikum…!” Ucapnya lirih saat memasuki rumah.
Tak ada orang yang menjawab salamnya. Ia tahu istri dan anak-anaknya pasti sudah tidur. Biar malaikat yang menjawab salamku,” begitu pikirnya. Melewati ruang tamu yang temaram, dia menuju ruang kerjanya. Diletakkannya tas, ponsel dan kunci-kunci di meja kerja. Setelah itu, barulah ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Sejauh ini, tidak ada satu orang pun anggota keluarga yang terbangun. Rupanya semua tertidur pulas. Segera ia beranjak menuju kamar tidur. Pelan-pelan dibukanya pintu kamar, ia tidak ingin mengganggu tidur istrinya.
Benar saja istrinya tidak terbangun, tidak menyadari kehadirannya. Kemudian Amin duduk di pinggir tempat tidur. Dipandanginya dalam-dalam wajah Aminah, istrinya. Amin segera teringat perkataan almarhum kakeknya, dulu sebelum dia menikah. Kakeknya mengatakan, "Jika kamu sudah menikah nanti, jangan berharap kamu punya istri yang sama persis dengan maumu. Karena kamupun juga tidak sama persis dengan maunya. Jangan pula berharap mempunyai istri yang punya karakter sama seperti dirimu. Karena suami istri adalah dua orang yang berbeda. Bukan untuk disamakan tapi untuk saling melengkapi. Jika suatu saat ada yang tidak berkenan di hatimu, atau kamu merasa jengkel, marah, dan perasaan tidak enak yang lainnya, maka lihatlah ketika istrimu tidur.... "
“Kenapa Kek, kok waktu dia tidur?” tanya Amin kala itu.
“Nanti kamu akan tahu sendiri,” jawab kakeknya singkat.
Waktu itu, Amin tidak sepenuhnya memahami maksud kakeknya, tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, karena kakeknya sudah mengisyaratkan untuk membuktikannya sendiri.
Malam ini, ia baru mulai memahaminya. Malam ini, ia menatap wajah istrinya lekat-lekat. Semakin lama dipandangi wajah istrinya, semakin membuncah perasaan di dadanya. Wajah polos istrinya saat tidur benar-benar membuatnya terkesima. Raut muka tanpa polesan, tanpa ekspresi, tanpa kepura-puraan, tanpa dibuat-buat. Pancaran tulus dari kalbu. Memandaginya menyeruakkan berbagai macam perasaan.
Ada rasa sayang, cinta, kasihan, haru, penuh harap dan entah perasaan apa lagi yang tidak bisa ia gambarkan dengan kata-kata. Dalam batin, dia bergumam,
“Wahai istriku, engkau dulu seorang gadis yang leluasa beraktifitas, banyak hal yang bisa kau perbuat dengan kemampuanmu. Aku yang menjadikanmu seorang istri. Menambahkan kewajiban yang tidak sedikit. Memberikanmu banyak batasan, mengaturmu dengan banyak aturan. Dan aku pula yang menjadikanmu seorang ibu. Menimpakan tanggung jawab yang tidak ringan. Mengambil hampir semua waktumu untuk aku dan anak-anakku.
Wahai istriku, engkau yang dulu bisa melenggang kemanapun tanpa beban, aku yang memberikan beban di tanganmu, dipundakmu, untuk mengurus keperluanku, guna merawat anak-anakku, juga memelihara rumahku. Kau relakan waktu dan tenagamu melayaniku dan menyiapkan keperluanku. Kau ikhlaskan rahimmu untuk mengandung anak-anakku, kau tanggalkan segala atributmu untuk menjadi pengasuh anak-anakku, kau buang egomu untuk menaatiku, kau campakkan perasaanmu untuk mematuhiku.
Wahai istriku, dikala susah, kau setia mendampingiku. Ketika sulit, kau tegar di sampingku. Saat sedih, kau pelipur laraku. Dalam lesu, kau penyemangat jiwaku. Bila gundah, kau penyejuk hatiku. Kala bimbang, kau penguat tekadku. Jika lupa, kau yang mengingatkanku. Ketika salah, kau yang menasehatiku.
Wahai istriku, telah sekian lama engkau mendampingiku, kehadiranmu membuatku menjadi sempurna sebagai laki-laki. Lalu, atas dasar apa aku harus kecewa padamu?
Dengan alasan apa aku perlu marah padamu?
Andai kau punya kesalahan atau kekurangan, semuanya itu tidak cukup bagiku untuk membuatmu menitikkan airmata. Akulah yang harus membimbingmu. Aku adalah imammu, jika kau melakukan kesalahan, akulah yang harus dipersalahkan karena tidak mampu mengarahkanmu. Jika ada kekurangan pada dirimu, itu bukanlah hal yang perlu dijadikan masalah. Karena kau insan, bukan malaikat.
Maafkan aku istriku, kaupun akan kumaafkan jika punya kesalahan. Mari kita bersama-sama untuk membawa bahtera rumahtangga ini hingga berlabuh di pantai nan indah, dengan hamparan keridhoan Allah swt. Segala puji hanya untuk Allah swt yang telah memberikanmu sebagai jodohku.”
Tanpa terasa airmata Amin menetes deras di kedua pipinya. Dadanya terasa sesak menahan isak tangis. Segera ia berbaring di sisi istrinya pelan-pelan. Tak lama kemudian iapun terlelap
Jam dinding di ruang tengah berdentang dua kali. Aminah, istri Amin, terperanjat
“Astaghfirullaah, sudah jam dua?”
Dilihatnya sang suami telah pulas di sampingnya. Pelan-pelan ia duduk, sambil memandangi wajah sang suami yang tampak kelelahan. “Kasihan suamiku, aku tidak tahu kedatangannya. Hari ini aku benar-benar capek, sampai-sampai nggak mendengar apa-apa. Sudah makan apa belum ya dia?” gumamnya dalam hati.
Mau dibangunkan nggak tega, akhirnya cuma dipandangi saja. Semakin lama dipandang, semakin terasa getar di dadanya. Perasaan yang campur aduk, tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya hatinya yang bicara.
“Wahai suamiku, aku telah memilihmu untuk menjadi imamku. Aku telah yakin bahwa engkaulah yang terbaik untuk menjadi bapak dari anak-anakku. Begitu besar harapan kusandarkan padamu. Begitu banyak tanggungjawab kupikulkan di pundakmu.
“Wahai suamiku, ketika aku sendiri kau datang menghampiriku. Saat aku lemah, kau ulurkan tanganmu menuntunku. Dalam duka, kau sediakan dadamu untuk merengkuhku. Dengan segala kemampuanmu, kau selalu ingin melindungiku.
“Wahai suamiku, tidak kenal lelah kau berusaha membahagiakanku. Tidak kenal waktu kau tuntaskan tugasmu. Sulit dan beratnya mencari nafkah yang halal tidak menyurutkan langkahmu. Bahkan sering kau lupa memperhatikan dirimu sendiri, demi aku dan anak-anak.
“Lalu, atas dasar apa aku tidak berterimakasih padamu, dengan alasan apa aku tidak berbakti padamu? Seberapapun materi yang kau berikan, itu hasil perjuanganmu, buah dari jihadmu. Jika kau belum sepandai da’i dalam menasehatiku, tapi kesungguhanmu beramal shaleh membanggakanku. Tekadmu untuk mengajakku dan anak-anak istiqomah di jalan Allah membahagiakanku.
“Maafkan aku wahai suamiku, akupun akan memaafkan kesalahanmu. Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang telah mengirimmu menjadi imamku. Aku akan taat padamu untuk mentaati Allah swt. Aku akan patuh kepadamu untuk menjemput ridho-Nya..”
Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota'ayun waj'alna lil muttaqiina imaamaa.
Share buat yang sudah berkeluarga, buat yang sayang istri or suami wajib share
sumber :http://www.kompasiana.xyz/2016/04/wahai-suami-dan-istri-bacalah-ini-jika.html (diakses pada tanggal 15 April 2016. tanpa pengubahan)

Kamis, 18 Februari 2016

HATI

Hati, mengapa gundah datang tanpa menyapa
Hati, mengapa cinta datang tanpa keabadiannya
Ia datang pada tanah basah, maka mekarlah bunga
Ia datang pada langit mendung, maka terbitlah pelangi
Ia datang pada hati ku tandus, lalu hilang meninggalkan dahaga dan luka
Yang tersisa hanya kesendirian
Kesendirian yang terkungkung hati yang pilu

Kasih....secepat itu kau berlalu
Bahkan langit masih menyisakan kelabu
Aku sendiri, diam dan hilang
Seperti abu yang tertiup angin

Tertatih aku berjalan
Sayat luka ini semakin pedih
Mulai bernanah hingga ku binasa

Bibir ini kelu terkatup rapat
Ingin ku teriak, Inginku berontak
Namun hanya air mata yang mengalir
Menganak sungai membasahi luka yang menganga
Karena hadirmu, Cinta

Inikah garisku, Inikah hidupku
Mati dalam sebuah pengorbanan
Yang tak kutahu apakah berarti
Bersama denyut jantung yang berhenti
Usailah cinta ini
Berlabuh dalam kehampaan

Kini ku bersimpuh kaku
Terima kasih Kasih
Air mata ini bahagiamu
Aku miliknya, engkau jiwaku
Hidup dalam fana, menjadi tumbal cinta

Terima kasih Cinta
Izinkan ku pergi, meski ku tak rela
Agar terbit bahagia
Anggaplah ku fatamorgana
Biarlah ini menjadi cerita
Dua hati yang tak dapat bersama
Hilang Selamanya.

Medan, 16 Pebruari 2016. Pukul 23 : 43



Kamis, 10 Desember 2015

HOBI

Pagi Jumat Barokah sobat.... :)
kemarin dengar curhatan temen kantor yang sedang menghadapi praha dalam rumah tangganya hanya dikarenakan kurangnya komunikasi dan saling pengertian, terutama yang berkaitan dengan hobinya sebagai suami. kebetulan hobinya segala hal yang berkaitan dengan bola kaki. nonton laga klub kesayangnnya. kliping potongan koran tentang bola, dan juga koleksi majalah bola yang tak terhitung banyaknya. hobinya sudah tertanam sejak ini masih remaja, bahkan ia mengenal bola lebih dahulu dibandingkan wanita yang kini jadi istrinya.
miris sebenarnya....namun hal ini dapat jadi pelajaran bagi kita. mungkin pesan bagi wanita yang bisa  aku sampaikan dari sudut pandang seorang laki-laki hanya :
1. tolong jangan samakan antara keluarga dengan hobi, jangan pernah mempertanyakan "Pilih keluarga/aku, atau pilih hobimu/bola". karena sungguh kedua hal itu tidak bisa disandingkan. bagi suami keluarga adalah segala-galanya, keluarga adalah hidup, tanggung jawab dan semangatnya. dan hobi adalah kebahagiaan yang berbeda baginya. hobi adalah waktu ia melepas segala bebannya, hobi adalah caranya meluapkan segala tekanan yang dirasakannya, hobi adalah caranya mencapai kepuasan tersendiri baginya. jadi jangan pernah menyamakannya. karena keduanya adalah hal penting yang sangat berharga bagi diri dan hidupnya.
2. jangan kekang ia dengan hobinya. jangan larang saat ia melakukan hobinya. belajarlah untuk memberinya waktu luang untuk waktunya sendiri. ia ia akan merasa dihargai...ingatlah.. !!! bahwa PENGHARGAAN adalah komponen utama yang dituntut suami atas istri dan anak-anaknya.
3. saat anda menghargai hobinya. maka anda akan dihargai. wanita/istri yang menghargai hobi suaminya cenderung lebih dicintai dan disayangi.
4. suami yang diberi waktu luang melakukan hobinya cenderung lebih stabil emosinya,
5. izinkan ia sesekali nongkrong/ngumpul dengan teman sehobinya. toh...bukan setiap hari kan dy ngumpul bareng temannya. saat anda mengizinkan ia pergi ngumpul maka ia akan tahu diri saat kembali.
6. tanyakan sesekali mengenai hobinya (meskipun anda sebenarnya kurang berminat) maka anda akan menemukan ia bercerita dengan berbinar-binar. maka kemesraan juga akan mewarnai keluarga kecilmu.
7. yakinlah bahwa ia dapat membagi waktunya, antara pekerjaan kantor, keluarga dan hobinya. saat anda MEMPERCAYAKAN hal ini. maka ia akan menjadi sosok yang lebih BERTANGGUNGJAWAB.
8. jangan tuntut dia melakukan lebih saat ia lelah dan letih. bila ia rajin syukuri. bila ia lelah maklumi.
9. bagi lelaki. belajarlah lebih banyak mendengar istri. jangan memutus pembicaraan dan curhatan istri. maka anda akan menjadi tumpuan hidupnya.
10. sesekali bantulah pekerjaan istri. toh,,,,tidak ada salahnya meringankan beban istri. malah akan memperbaiki komunikasi satu lainnya.
ingat...ini hanyalah pesan dari sudut pandang lelaki...mungkin perspektif wanita berbeda. namun  inilah kenyataan yang dirasakan lelaki yang telah berumahtangga. ingatlah sobat....PENGHARGAAN & KENYAMANAN DIRUMAH adalah KUNCI dari BAHTERA RUMAH TANGGA.

Selamat pagi menjelang siang...salam muhasabah diri

Minggu, 08 November 2015

Hakikat Kesempurnaan

Kemarin aku bertemu dengan seorang wanita yang mengisi relung hatiku. dalam perbincangan kami ia sempat berkata seperti ini: "Kalo kita nanti nikah, pasti pandangan orang laen akan berubah tentang kamu". Lalu aku bertanya: "mengapa begitu? emang gimana pandangan orang mengenaiku saat ini. Dan bagaimana pandangan orang mengenai diriku nanti bila menikah denganmu"
Lalu ia menjawab: " Iya la...saat ini semua orang pasti berpandangan kamu tu laki-laki yang sempurna banget. pintar...baek...dan semuanya. Kamu tu punya segalanya mengenai kesempurnaan. Namun kalo nanti kita dah nikah. Orang-orang pasti berpandangan kamu tu punya satu kekurangan: yaitu kamu tu bodoh dalam memilih pasangan. Aku kan gag sesuai denganmu, aku gag memiliki segala hal kesempurnaan seperti dirimu" 
Yaahh....begitulah intinya ia berkata.
Lalu aku tertegun...sedetik kemudian aku tertawa dan menjawab.
"Haha...kamu tu lucu banget ya...aku tu gag ada apa-apanya bila tanpa kamu.."
Ya...memang begitulah sebenarnya. Segala kesempurnaan ku tidak ada apa-apanya bila tanpa dukungan orang yang begitu berarti dalam hidupku. dan sebenarnya yang menjadikan aku kelihatan sempurna..ya, karena ada Kamu.
Buat aku...aku tak peduli bagaimana pandangan orang lain kepadaku. Atau kepada kita. aku telah merasakan kesempurnaan saat bersamamu. Kamu tu anugerah terindah yang pernah aku dapatkan. Dan bagiku hakikat kesempurnaan adalah kita berusaha memberikan yang terbaik bagi pasangan kita, orang tua kita, dan lingkungan kita. Dan saat aku memilih dan menentukan bahwa kamu adalah pasangan terbaik bagiku. Maka saat itu aku hanya ingin membahagiakan kamu. Menemani detik-detik waktu yang berjalan. membangun keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah

JUDUL : TOPENG 
Bodoh, betapa bodohnya
Bibirku kelu, langkahku terpaku
sudah terlalu jauh aku melangkah
bahkan hingga ku ragu, masih adakah jalan tuk kembali

Pantaskah aku
Memohon rahmat dan cintaMu
sedang cintaku penuh sandiwara
berselubung topeng manis tak berdosa
di altarMu aku bermunajat cinta
namun sedetik kemudian, aku jatuh dalam pelukan dusta
aku larut dalam jeratan dosa
berselingkuh dengan syetan yang Engkau murka

Bodohnya aku
ada cinta di sudut hati, namun aku tak kuasa
sungguh ku terlena pada cinta bermuka dua
meski ku tau hanya cintaMu yang hakiki
namun aku tenggelam pada samudera fana
aku tuli, meski Kau memanggil penuh mesra
aku buta, meski pintu cintaMu masih terbuka
aku hilang di persimpangan jalan buntu

Kasihku
tolong aku, meski aku tak mau
rebut aku, meski aku tak mampu
aku lelah, ku merindumu
tolong aku, dekap aku dalam ampunanMu
dan beri aku kesempatan terakhir
meski aku tak pantas
di sisiMu

*Syamir Elhaq*
Medan, 27 Agustus 2015. 10:19
*dalam kabut kalut yang kelabu*
Judul : Kekasih Halal
Pagi Ini Mentari bersinar redup
angin membelai pelan anganku
membawa ingatan ini pada satu dimensi waktu
dimana di hari itu aku bertemu sosokmu
satu kata : sederhana
kutatap lekat siluetmu di sore itu
langkahmu bermandi sinar mentari seredup pagi ini
aku jatuh cinta pada pandang pertama, dan untuk terakhir kalinya
aku terpaut dengan jiwamu, seperti termaktub dalam sidratul muntaha
Oh kasih
aku merindu suaramu, menggaung dalam tiap malamku
aku merindu senyummu, merekah di setiap sudut pandangku
aku merindu sapamu, meretas lubuk hatiku
dan hari itu, kusebut engkau dengan Bidadari Biru ku
Waktu yang berlalu tak mampu menghapus jejakmu
dan aku rebah dalam pelukan cintamu
kuikat engkau dengan ikrar akadku
menggenapkan iman di altar Tuhanku
Bidadari Biru
nama itu tetap tersemat dalam sukmaku
menjadi kekasih halal dalam sisap napasku
dan kini, manjadi ibu dari mujahidku
Bidadari Biru
Namamu tetap seperti itu
Kini, dan selamanya
Medan, 10 September 2015, 11:11
*Syamir Elhaq

Powered By Blogger