JUDUL : TOPENG
Bodoh, betapa bodohnya
Bibirku kelu, langkahku terpaku
sudah terlalu jauh aku melangkah
bahkan hingga ku ragu, masih adakah jalan tuk kembali
Bibirku kelu, langkahku terpaku
sudah terlalu jauh aku melangkah
bahkan hingga ku ragu, masih adakah jalan tuk kembali
Pantaskah aku
Memohon rahmat dan cintaMu
sedang cintaku penuh sandiwara
berselubung topeng manis tak berdosa
di altarMu aku bermunajat cinta
namun sedetik kemudian, aku jatuh dalam pelukan dusta
aku larut dalam jeratan dosa
berselingkuh dengan syetan yang Engkau murka
Memohon rahmat dan cintaMu
sedang cintaku penuh sandiwara
berselubung topeng manis tak berdosa
di altarMu aku bermunajat cinta
namun sedetik kemudian, aku jatuh dalam pelukan dusta
aku larut dalam jeratan dosa
berselingkuh dengan syetan yang Engkau murka
Bodohnya aku
ada cinta di sudut hati, namun aku tak kuasa
sungguh ku terlena pada cinta bermuka dua
meski ku tau hanya cintaMu yang hakiki
namun aku tenggelam pada samudera fana
aku tuli, meski Kau memanggil penuh mesra
aku buta, meski pintu cintaMu masih terbuka
aku hilang di persimpangan jalan buntu
ada cinta di sudut hati, namun aku tak kuasa
sungguh ku terlena pada cinta bermuka dua
meski ku tau hanya cintaMu yang hakiki
namun aku tenggelam pada samudera fana
aku tuli, meski Kau memanggil penuh mesra
aku buta, meski pintu cintaMu masih terbuka
aku hilang di persimpangan jalan buntu
Kasihku
tolong aku, meski aku tak mau
rebut aku, meski aku tak mampu
aku lelah, ku merindumu
tolong aku, dekap aku dalam ampunanMu
dan beri aku kesempatan terakhir
meski aku tak pantas
di sisiMu
tolong aku, meski aku tak mau
rebut aku, meski aku tak mampu
aku lelah, ku merindumu
tolong aku, dekap aku dalam ampunanMu
dan beri aku kesempatan terakhir
meski aku tak pantas
di sisiMu
*Syamir Elhaq*
Medan, 27 Agustus 2015. 10:19
*dalam kabut kalut yang kelabu*
Medan, 27 Agustus 2015. 10:19
*dalam kabut kalut yang kelabu*










0 komentar:
Posting Komentar