Judul : Kekasih Halal
Pagi Ini Mentari bersinar redup
angin membelai pelan anganku
membawa ingatan ini pada satu dimensi waktu
dimana di hari itu aku bertemu sosokmu
angin membelai pelan anganku
membawa ingatan ini pada satu dimensi waktu
dimana di hari itu aku bertemu sosokmu
satu kata : sederhana
kutatap lekat siluetmu di sore itu
langkahmu bermandi sinar mentari seredup pagi ini
aku jatuh cinta pada pandang pertama, dan untuk terakhir kalinya
aku terpaut dengan jiwamu, seperti termaktub dalam sidratul muntaha
kutatap lekat siluetmu di sore itu
langkahmu bermandi sinar mentari seredup pagi ini
aku jatuh cinta pada pandang pertama, dan untuk terakhir kalinya
aku terpaut dengan jiwamu, seperti termaktub dalam sidratul muntaha
Oh kasih
aku merindu suaramu, menggaung dalam tiap malamku
aku merindu senyummu, merekah di setiap sudut pandangku
aku merindu sapamu, meretas lubuk hatiku
dan hari itu, kusebut engkau dengan Bidadari Biru ku
aku merindu suaramu, menggaung dalam tiap malamku
aku merindu senyummu, merekah di setiap sudut pandangku
aku merindu sapamu, meretas lubuk hatiku
dan hari itu, kusebut engkau dengan Bidadari Biru ku
Waktu yang berlalu tak mampu menghapus jejakmu
dan aku rebah dalam pelukan cintamu
kuikat engkau dengan ikrar akadku
menggenapkan iman di altar Tuhanku
dan aku rebah dalam pelukan cintamu
kuikat engkau dengan ikrar akadku
menggenapkan iman di altar Tuhanku
Bidadari Biru
nama itu tetap tersemat dalam sukmaku
menjadi kekasih halal dalam sisap napasku
dan kini, manjadi ibu dari mujahidku
nama itu tetap tersemat dalam sukmaku
menjadi kekasih halal dalam sisap napasku
dan kini, manjadi ibu dari mujahidku
Bidadari Biru
Namamu tetap seperti itu
Kini, dan selamanya
Namamu tetap seperti itu
Kini, dan selamanya
Medan, 10 September 2015, 11:11
*Syamir Elhaq
*Syamir Elhaq










0 komentar:
Posting Komentar