Senin, 18 Februari 2013

Bukan Malaikat

Untaian kata di pagi hari.
Judul: Bukan Malaikat

Rintik hujan yang membasahi tanah merah di pagi hari
atom nelangsa meluruh dalam jiwa
terkapar dalam kesedihan mendalam
berusaha membalut luka yang tak kunjung hilang
namun luka kian menganga terbuka

Aku Bukan Malaikat...jerit sang hati
lalu ia tersungkur dalam dekapan tanah merah

Tangis kemarin belumlah kering
dan kini mengucur deras menganak sungai
membias berharap kan menguap ke angkasa

Aku Bukan Malaikat...jerit sang jiwa
Namun ia masih terpasung dalam kungkungan bumi

Tertatih aku melangkah
meski langkah kian terseok-seok dalam hamparan duri
suara mega menertawaiku...bersorak tuk hentikan langkah yg tak pasti
dunia ini terasa menghimpit, hingga tak ada ruang tuk bernapas

Namun, di persimpangan jalan sana
ku menemukan siluet sosok Bidadari Biru
tersenyum di sudut bibir yang membiru
berharap asa dalam bara yang padam

AAAA....meski aku kan mati dalam langkah ini
Namun jiwaku menyatu dalam sukmamu
langkah ini takkan berhenti,
meski jalan di depan buntu menunggu
takkan ku ragu demi senyummu
demi cintaku, demi rinduku

Aku Bukan Malaikat....jerit sang sukma
Namun Akun kan jadi Makhluk sempurna, dalam kesempurnaanmu
Kesempurnaan cinta yang tak berdasar.

*syamir elhaq :Medan-19 Februari 2013-jam: 10.00 (Kantor Perum Perumnas Regional 1 Medan)

0 komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger