Perkenalkan sobat...saya seorang pengembara kehidupan yang dalam sebuah persimpangan jalan menemukan cinta. Cinta yang mampu memberikan semangat dalam kepenatan hidup yang terasa tak berujung. memberikan napas kehidupan dalam sesaknya masalah yang halang melintang, menyirami hati yang kering kerontang dengan kasih sayang dan cinta yang tulus.
Beberapa tahun silam aku hanyalah manusia biasa yang selalu cuek dengan hampir semua wanita, yang ada dalam pikiranku hanyalah berkutat mengenai diriku sendiri. Aku dikenal sebagai orang yang sombong, pendiam dan cuek. memang saat itu bagiku kesendirian adalah momen-momen terindah dalam hidupku. merenung, membaca dan menatap langit adalah hobi yang kulalui dalam hari-hariku. Saat itu aku tak mengenal wanita yang bisa menempati kosongnya hati.
Hingga suatu hari dalam hari yang tak pernah kuduga, dalam hari yang tak pernah mampu untuk kulupakan. Di saat itu aku terpilih untuk mewakili sekolah tempat aku bernaung untuk mengikuti suatu perlombaan pidato bahasa Indonesia, dan saat itulah aku menyadari bahwa ada seorang wanita, tepat seorang bidadari yang juga mewakili sekolahku dalam cabang pidato yang sama. Saat itu sikap cuek ku kambuh, tak sedikitpun aku memperdulikan hadirnya sosok wanita tersebut...Namun di saat aku tampil ke depan. Membawakan suatu pidato bahasa Indonsia yang bertemakan mengenai cinta kasih sayang. Saat itu aku tersadar, bahwa teks pidatoku berada tepat di tangan wanita tersebut. Dan ia membacanya dengan perlahan dan seksama...Dan tanpa dapat ku duga, semua pikiranku teralih hanya pada wanita tersebut. dan buyarlah semua pidato yang sebelumnya ku hapal. pikiranku hanya terfokus pada wanita tersebut. dan saat itulah untuk pertama kalinya aku merasakan adanya getaran-getaran aneh yang berdenyut di jantung. menciptakan debaran-debaran yang tak dapat ku mengerti. saat itu aku masih duduk di kelas 3 setingkat SMP.
Hari-hari berlalu...sosok wanita tersebut masih membekas dalam alam pikiranku. Aku bingung mengapa aku sekacau ini. sosok wanita tersebut terus membayangi malam-malamku. terlebih wanita tersebut begitu populer di angkatanku. setiap suaranya terngiang dalam lamunanku. seringkali saat ia memandu acara-acara di sekolahku aku menatapnya dari kejauhan. menatap dengan seribu tanda tanya yang terbit di dalam hati. tanda tanya yang tak dapat kutemukan jawabannya saat itu.
Tahun demi tahun pun berlalu, tak terasa diri inipun harus berpisah dengan tempatku bernaung selama 6 tahun yang penuh dengan warna. dan sungguh saat itu aku merasa takut tuk berpisah dengan orang-orang yag telah ku kenal. terlebih wanita yang mampu menggetarkan hati ini.
*bersambung...









0 komentar:
Posting Komentar