Senin, 14 Januari 2013

Lanjutan Catatan Seorang Kekasih

Masih ingatkah sobat...dengan seorang wanita yang terpendam di dalam hatiku tersebut. Sungguh sebenarnya aku termasuk pria yang susah untuk jatuh cinta. Sulit rasanya untuk meletakkan hatiku bagi orang lain...Karena bila aku telah terlanjur jatuh cinta. Maka seumur hidupku akan ku puja wanita tersebut. Akan kuperjuangkan dengan segala upaya, hidup dan matiku.

Tahukah sobat, saat ini aku telah memiliki pasangan yang begitu sempurna. Dan tahukah sobat siapakah wanita tersebut. wanita yang kini menjadi pasangan ku adalah wanita yang menjadi dambaan di hatiku selama ini. Wanita yang begitu baik, penyabar dan penuh kasih sayang. Ternyata dia bukan hanya indah di mata. Namun juga indah akhlak dan hatinya. Senantiasa menyenangkan bila dipandang. Selalu bersabar dalam kesusahan. penuh kebijaksanaan...dan tentunya pintar dan berwawasan. 

Dia hadir tatkala aku membutuhkan tempat untuk berbagi. Membagi masalah-masalah yang tak kunjung usai. Dan dengan sabar ia mendampingiku. Memompakan semangat bagi jiwa yang rapuh. Dan kini...Kesuksesan berkat dukungan dan do'anya. Tentunya juga atas keridhoan Ilahi dan doa sang Ibunda. 

Kasih...Jangan pernah kau ragukan cintaku. Kan ku perjuangkan cinta kita ini menuju mahligai pernikahan. kan kita bina keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Yakinlah...bahkan akan selalu ada jala keluar di dalam setiap kesulitan yang kita hadapi. Bukankah Tuhan takkan pernah membebani hambaNya di luar kemampuannya. Kupersembahkan cinta tulus ini untukmu seorang.

BIDADARI BIRU

Lama kutunggu detik ini dengan kesaL
Ingin aku hilang tanpa artI
Sakit itu kian perih menusuk tak membiaS
Aku hidup tanpa asA

Yang kunanti, bersimpuh dalam naungan arsY
Untuk bermunjat hingga lidahnya kelU
Lisan ini berdo'a tuk hidup yang kekaL
Ingin ku hidup seribu tahun lagI
Saat Bidadari itu meluluhkan hati yang keraS
Terpana, menggelora akan ikatan yang eraT
Aku hidup, dalam jiwanyA


ohhh, aku melambung dalam sabdanya
ingin ku hidup dalam jiwanya

tertatih aku dalam langkah yang tak pasti
namun senyuman itu menghadirkan telaga dalam dahaga
senyiku adalah nestapa
namun berubah bahagia saat bersama

bila tanpamu aku laksana debu
kelam menyelimuti seluruh langit hatiku

dalam debur ombak yang bersahutan, ku sebut namamu
dalam hamparan pasir kehidupan, ku ukir namamu
dalam sebongkah relung hati, terpatri namamu
jiwamu, hidup dalam ragaku

aku tak tahu kapan aku mengenal cinta
namun ku temukan itu dalam sukmamu
aku hidup kembali
dalam belaian kasih sucimu


ohh, bidadariku
inginku melambung dalam sabdamu
ingin ku hidup dalam jiwamu
 
medan, 21 january 2012  pukul 21: 53





0 komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger